Baiknya Sikat Gigi Berapa Kali Sehari? Ini Penjelasannya!


sikat gigi

Kunci utama dalam merawat gigi adalah rutin menyikat gigi dengan baik dan benar. Namun, sikat gigi berlebihan juga tidak disarankan, lho! Lalu, idealnya sikat gigi berapa kali sehari, ya?


Sikat gigi memiliki banyak manfaat, namun berisiko bisa terlalu sering dilakukan. Selama ini apakah Sahabat Damessa sudah mengetahui berapa kali seharusnya sikat gigi dalam sehari? Jika belum, yuk cari tahu jawabannya dalam artikel berikut ini!


Idealnya, Sikat Gigi Berapa Kali Sehari?

Menyikat gigi dapat membantu proses pengangkatan partikel-partikel seperti sisa makanan, bakteri, hingga plak yang berpotensi untuk merusak gigi. Jika tidak dilakukan secara rutin, bakteri-bakteri tersebut akan menimbulkan ketidaknyamanan hingga berakibat pada persoalan kesehatan yang lebih parah.


Meski sudah menjadi hal biasa, masih banyak orang keliru mengenai berapa kali sikat gigi dalam sehari. American Dental Association (ADA) memberikan rekomendasi terkait sikat gigi seharusnya berapa kali, yakni sebanyak dua kali dalam sehari.


Kapan waktu yang tepat untuk sikat gigi?

Hal yang juga perlu Sahabat Damessa perhatikan dalam hal sikat gigi berapa kali sehari adalah penempatan waktunya. Jika kamu menyikat gigi ketika mandi di pagi hari, namun kemudian sarapan, maka partikel dari sisa-sisa makanan tetap akan melekat di gigi selama kamu beraktivitas sepanjang hari.


Sehingga, American Dental Association (ADA) menyarankan waktu terbaik untuk menyikat gigi adalah pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.


Pengaruh kesehatan gigi pada aspek kesehatan lainnya

Kebersihan gigi yang tidak dijaga tidak hanya menjadi persoalan bagi mulut kamu, melainkan juga dapat mempengaruhi aspek kesehatan lainnya, lho! Sebuah penelitian di tahun 2019 mengungkapkan bahwa kebersihan mulut bisa mengurangi risiko fibrilasi atrium (AFib) dan gagal jantung.


Selanjutnya, Disease Prevention and Health Promotion mengatakan bahwa ibu hamil dengan kesehatan mulut yang kurang baik dapat berisiko mengalami kelahiran prematur atau melahirkan bayi dengan berat badan rendah.


Baca juga: Kenali 7 Penyebab Gigi Berlubang, Gejala & Cara Mencegahnya


Dampak Buruk Jika Jarang Sikat Gigi

Mulut merupakan jalan masuk bagi makanan dan minuman ke dalam tubuh. Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk selalu menjaga kesehatannya. Bila kamu tidak menerapkan kedisiplinan untuk sikat gigi dua kali sehari, maka bisa mengakibatkan terjadinya permasalahan pada gigi dan mulut. Berikut adalah dampak dari perilaku jarang sikat gigi.


1. Gigi berlubang

Plak adalah lapisan pada gigi yang mengandung bakteri dimana dapat merusak enamel pelindung gigi, serta menyerang lapisan yang lebih rentan di bagian bawahnya.


Bakteri pada plak menciptakan asam yang dapat mengakibatkan kerusakan gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa merusak jaringan hingga infeksi pada gigi. Jadi, itulah mengapa penting bagi kamu untuk memahami sebaiknya sikat gigi berapa kali sehari.


2. Radang gusi

Plak yang menumpuk tidak hanya dapat mengakibatkan gigi berlubang, tapi juga bisa melemahkan gusi dan menimbulkan peradangan. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk penyakit gusi yang dinamakan gingivitis.


Bakteri pada plak dapat menimbulkan reaksi iritasi pada gusi. Hal inilah yang mengakibatkan gusi menjadi bengkak, tampak merah, serta mudah berdarah saat kamu saat kamu menyikat gigi.


3. Karang gigi dan plak menumpuk

Saat kamu mengonsumsi makanan atau minuman, jutaan bakteri akan masuk dan menempel di antara gusi dan gigi kamu. Apabila kamu tidak menyikat gigi dua kali sehari, bakteri tersebut akan memunculkan lapisan lengket atau biasa disebut dengan plak.


Apabila tidak segera dibersihkan, lama-kelamaan plak bisa mengeras dan berubah menjadi karang gigi. Bila sudah seperti ini, cara untuk mengatasinya hanyalah melalui perawatan oleh dokter gigi.


4. Bau mulut

Bau mulut dapat muncul melalui kebiasaan tidak menjaga kebersihan mulut, salah satunya tidak rutin menggosok gigi. Apabila kamu masih malas menggosok gigi setelah makan atau minum, partikel dari sisa-sisa makanan atau minuman tersebut akan menumpuk dan mengakibatkan mengakibatkan bau mulut.


5. Periodontitis

Gingivitis atau radang pada gusi yang tidak segera diatasi dapat berakibat semakin parah. Plak menyebar ke bagian bawah garis gusi dan mengakibatkan iritasi. Kondisi inilah yang dikhawatirkan bisa menyebabkan peradangan kronis atau biasa disebut dengan periodontitis.


Saat infeksi pada jaringan gigi menyebar, kantong gusi akan menjadi lebih dalam, dan menimbulkan lebih banyak jaringan gusi dan tulang yang keropos. Kondisi ini juga dapat mempengaruhi tulang penopang pipi. Bila dibiarkan terus-menerus, periodontitis bisa menyebabkan hilangnya gigi.


Baca juga: Scaling Gigi, Kenali Manfaat dan Prosedur Lengkapnya


Manfaat Sikat Gigi

Memahami sikat gigi berapa kali tidak hanya sebatas untuk menjaga kebersihan gigi saja, melainkan juga sebagai cara untuk menjaga kesehatan tubuh. Sebab lubang maupun infeksi pada gigi menjadikannya rawan terhadap masuknya kuman ke pembuluh darah yang dapat menyebar dan berpotensi mengganggu kesehatan jantung maupun liver.


Tips Sikat Gigi yang Benar

Informasi tentang bagaimana cara menyikat gigi yang benar juga tidak kalah penting dengan penjelasan mengenai sikat gigi berapa kali sehari. Untuk membantu kamu meningkatkan kesahatan gigi kamu, Damessa akan berikan beberapa tips bagaimana cara menggosok gigi yang benar.


1. Gunakan tipe sikat dan pasta gigi yang cocok

American Dental Association (ADA) memberikan rekomendasi untuk menggunakan sikat gigi berbahan bulu yang lembut. Karena jenis ini dinilai mampu mengurangi risiko abrasi pada gusi. Selain itu, kamu juga bisa memilih sikat gigi dengan bulu bertingkat atau bersudut sebab dipercaya memiliki kinerja lebih baik dalam menghilangkan plak pada sela-sela gigi.


Kamu pun dapat menggunakan pasta gigi yang memiliki ADA Seal of Acceptance. Tanda tersebut menunjukan bahwa sikat gigi ini aman dan efektif untuk menghilangkan plak dan mencegah risiko radang pada gusi.


Jangan lupa mengganti sikat gigi setiap 3-4 bulan sekali atau lebih cepat ketika ada bagian yang mengalami kerusakan, supaya komponen dari sikat gigi dapat selalu berfungsi secara optimal.


Pilihlah pasta gigi berdasarkan bahan-bahan yang ada di dalamnya, bukan dari mereknya. Pastikan juga untuk menggunakan pasta gigi dengan kandungan fluoride yang sudah diverifikasi oleh ADA Seal of Acceptance, yang mana berarti pasta gigi tersebut telah memenuhi kriteria efektivitas serta keamanannya.


2. Gunakan teknik menyikat gigi yang benar

Posisikan bulu sikat yang halus pada sudut 45 derajat di samping gusi, kemudian gerakkan sikat maju dan mundur menggunakan sapuan pendek. Berikan tekanan lembut untuk menghindari gesekan keras yang dapat melukai gusi.


Sikat semua permukaan yang biasa kita gunakan untuk mengunyah. Dan terakhir, sikat bagian lidah untuk menghilangkan semua bakteri.


3. Lakukan setidaknya sehari sekali

Dengan membersihkan sela-sela gigi paling tidak sekali sehari, dapat membantu kamu menyingkirkan sisa-sisa makanan atau partikel lain yang mungkin tersangkut di bawah atau di antara gusi dan gigi.


Nah, apakah Sahabat Damessa sudah menemukan jawaban terkait idealnya sikat gigi berapa kali sehari? Menjaga kebersihan gigi menjadi hal yang sangat penting. Selain sikat gigi, kamu juga bisa melakukan perawatan melalui klinik gigi terdekat seperti Damessa, di sini kamu bisa membuat janji temu secara online lebih dulu dengan dokter favorit, lho!


Baca juga: Cara Menghilangkan Karang Gigi yang Sudah Mengeras, Ampuh!


Referensi:

  1. Chang Y, et al. (2019). Improved oral hygiene care is associated with decreased risk of occurrence for atrial fibrillation and heart failure: A nationwide population-based cohort study.

  2. How Often Should You Brush Your Teeth? - Buka

  3. How Often Should I Brush My Teeth? - Buka

  4. Idealnya, Harus Berapa Kali Menyikat Gigi dalam Sehari? - Buka

  5. Ini Akibatnya Bila Sikat Gigi Hanya Sekali Sehari! - Buka

10 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua