Apakah Gigi Bungsu Harus Dicabut? Begini Penjelasannya

Diperbarui: 11 Apr


gigi bungsu dicabut

Gigi bungsu adalah gigi yang biasanya tumbuh pada bagian belakang dan tidak jarang menimbulkan rasa nyeri. Situasi ini terkadang membuat orang bertanya-tanya, apakah gigi bungsu harus dicabut?


Pasalnya, gigi bungsu memang tidak harus dicabut. Tetapi, jika kamu mengalami gangguan yang disebabkan oleh gigi bungsu, maka akan lebih baik dicabut. Lalu kapan kamu harus mencabutnya? Yuk simak penjelasan di bawah ini.


Apa itu Gigi Bungsu?

Kapan gigi bungsu tumbuh? Mungkin ini adalah pertanyaan yang ada di benak Sahabat Damessa saat ini. Dilansir dari Healthline, antara usia 17 hingga 21 tahun, kebanyakan orang akan mengalami tumbuh gigi bungsu atau gigi geraham ketiga.


Dinamakan gigi bungsu karena gigi tersebut tumbuh paling terakhir. Gigi bungsu adalah jenis gigi yang lebih rata dan letaknya berada di bagian belakang mulut. Ciri-ciri gigi bungsu tumbuh biasanya ditandai dengan rasa sakit di bagian belakang geraham, bengkak dan kemerahan pada gusi belakang, atau gigi terjebak di dalam gusi.


Kenapa Gigi Bungsu Bisa Tumbuh di Usia Dewasa?

Sebelum membahas tentang apakah gigi bungsu harus dicabut atau tidak, lebih baik kamu memahami terlebih dulu kenapa gigi bungsu bisa tumbuh di usia yang tergolong dewasa.

Sejatinya orang dewasa memiliki gigi dengan jumlah maksimal 32, termasuk gigi bungsu.


Namun, tak semua gigi langsung muncul saat kita masih kecil. Beberapa di antaranya, seperti gigi bungsu, bisa muncul di usia antara 17-21 tahun, atau bahkan lebih dari itu. Mengapa demikian?


Nah, letak gigi bungsu tumbuh ada pada empat bagian rahang, yaitu dua di sisi belakang atas dan dua di sisi belakang bawah. Gigi geraham pertama biasanya muncul saat anak berusia 6 tahun, sedangkan gigi geraham kedua muncul ketika berusia 12 tahun.


Sementara itu, rongga mulut manusia terbatas, sehingga tak ada lagi ruang tersisa untuk tumbuhnya gigi bungsu. Itulah alasan mengapa gigi bungsu baru tumbuh di usia dewasa.


Apabila gigi bungsu tumbuh dengan arah dan posisi yang tepat, tentu tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah apabila gigi tersebut tumbuh sebagian atau posisinya miring, dimana kondisi ini dikenal sebagai impaksi gigi bungsu.


Apakah Gigi Bungsu Harus Dicabut?

Lantas yang menjadi pertanyaan adalah apakah gigi bungsu harus dicabut? Sebenarnya bisa iya, bisa juga tidak. Nah, untuk mendapatkan jawaban pastinya, Sahabat Damessa perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, sebab diperlukan serangkaian pemeriksaan guna menentukan bagaimana kondisi gigi kamu.


Biasanya, dokter akan memulai pemeriksaan fisik dan melakukan rontgen gigi. Apabila dirasa pengobatan dan perawatan tidak dapat meredakan masalah pada gigimu, maka pilihan terakhirnya adalah gigi bungsu harus dicabut. Biasanya ini ditandai jika gigi sudah terinfeksi, merusak gigi sebelahnya, hingga menimbulkan nyeri.


Bukan cuma itu saja, untuk masalah impaksi gigi, biasanya dokter juga menyarankan kamu melakukan operasi gigi bungsu. Pasalnya bila tidak segera dicabut dapat menimbulkan masalah, sebab gigi tidak bisa tumbuh dengan normal. Posisinya dapat terjebak di dalam gusi, miring ke depan, belakang, atau melintang.


Baca juga: 11 Ciri-Ciri Tumbuh Gigi pada Bayi dan Cara Menenangkannya


Gejala Gigi Bungsu Harus Dicabut

Kegalauan Sahabat Damessa selama ini tentang apakah gigi bungsu harus dicabut atau tidak sudah terjawab dari pemaparan di atas, ya. Namun sekali lagi, terdapat beberapa kondisi dimana gigi tersebut sebaiknya dicabut, karena jika tidak, bisa menimbulkan masalah pada gigi kamu.


Menurut American Dental Association, pencabutan gigi diperlukan apabila kamu mengalami salah satu dari gejala meliputi gigi bengkok, gigi bungsu tumbuh ke samping, sakit rahang, dan peningkatan kerusakan gigi. Berikut penjelasan lebih detail tentang gejala yang mengharuskan gigi bungsu dicabut.


1. Periodontitis

Kondisi pertama yang mengharuskan gigi bungsu dicabut adalah periodontitis. Periodontitis adalah keadaan dimana gusi infeksi sehingga merusak jaringan dan tulang penyokong gigi, serta membuat gigi jadi lebih mudah lepas. Penyebabnya yaitu radang gusi yang kondisinya sudah semakin parah.


Gejala yang kamu rasakan apabila mengalami periodontitis yaitu:

  • Gigi mudah tanggal

  • Muncul celah antara gigi

  • Gusi mudah berdarah saat sikat gigi

  • Keluar nanah sehingga menyebabkan bau mulut

  • Gigi terasa sakit saat mengunyah atau menggigit

2. Perikorontitis

Apabila kamu merasakan rasa sakit pada gigi bungsu rahang bawah, kamu perlu waspada ya, Sahabat Damessa. Sebab bisa jadi itu pertanda adanya peradangan pada jaringan yang mengelilingi gigi bungsu yang baru tumbuh sebagian. Kondisi ini dinamakan perikoronitis. Tanda atau gejala yang mengiringi perikoronitis akut adalah:

  • Rasa sakit saat menelan

  • Gusi bengkak di sekitar gigi bungsu

  • Muncul sensasi tidak enak di mulut

  • Terjadi pembengkakan kelenjar limfa leher

  • Sulit tidur

3. Impaksi pada Gigi Bungsu

Alasan lain kenapa gigi bungsu harus dicabut ialah karena impaksi pada gigi bungsu. Ini terjadi saat gigi tersebut tumbuh secara tak sempurna, sehingga arahnya miring, mengarah atau menjauh dari gigi geraham kedua, serta tumbuh ke dalam maupun keluar.


Penyebab impaksi gigi bisa karena banyak hal, namun salah satunya ialah rahang terlalu kecil sehingga tak ada cukup ruang untuk gigi tumbuh. Apabila tidak segera dicabut, impaksi dapat merusak gigi sebelahnya atau bahkan mempengaruhi saraf dan tulang rahang.


4. Karies Gigi, Pulpitis, dan Infeksi pada Akar Gigi

Karies gigi, pulpitis, dan infeksi pada akar gigi saling berkaitan satu sama lain. Karies gigi yang dibiarkan terus menerus tanpa pengobatan bisa berkembang menjadi pulpitis. Pulpitis adalah peradangan pada pulpa gigi, dimana kondisi ini dapat menyebabkan gigi kamu terasa sakit dan berdenyut.


Biasanya nyeri tersebut muncul secara tiba-tiba saat kamu mengonsumsi makanan panas atau dingin, serta bertambah parah saat kamu merunduk. Apabila pulpitis tak segera ditangani, maka hal tersebut bisa mengakibatkan munculnya infeksi pada akar gigi atau sering disebut apical periodontitis. Ini menjadi alasan kuat gigi bungsu kamu harus segera dicabut.


Itulah pembahasan tentang apakah gigi bungsu harus dicabut atau tidak. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa akan lebih baik Anda melakukan operasi pencabutan gigi bungsu lebih awal untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan.


Nah, apabila hendak melakukan pencabutan gigi, Anda dapat segera mengunjungi klinik Damessa terdekat di daerah Anda untuk mendapatkan layanan terbaik dari kami. Atau sebelumnya Anda juga bisa membuat janji temu secara online dengan dokter favorit lho!


Baca juga: 5+ Obat Gusi Bengkak karena Gigi Berlubang, Aman dan Ampuh


Referensi:

  1. Why Do We Have Wisdom Teeth? - Buka

  2. Jika Kondisinya Tidak Mengganggu, Apakah Gigi Bungsu Harus Dicabut? - Buka

  3. Bukan Cuma Infeksi, Ini Alasan Gigi Bungsu Mesti Dicabut - Buka

12 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua